Langsung ke konten utama

Postingan

aLamaKna: Sintas

“Apa dan bagaimana doa harus diucapkan?” Pertanyaan awal sebelum berdoa tersebut terasa menggelitik. Tuhan mengkhususkan sepertiga malam dan tempat di Tanah Suci untuk doa, tapi lebih dari itu Dia Maha Mendengar. Dia punya   receiver   (penerima),   bandwidth data ( luas bidang jalur data )   khusus, sistem   file,   kapasitas  penyimpanan dan mesin pemroses tersendiri. Kita sering menyebut Dia sebagai Yang Maha, maka pastilah yang Dia miliki dalam merespon doa kita dalam ukuran Maha juga, bukan sebatas mega atau tera. Jelas, Dia berbeda dengan makhluk ciptaanNya. Dia menuliskan   blueprint   (cetak biru) kehidupan manusia dengan cara Dia sendiri. Rancang bangun tentang hidup, tersebutlah suatu arsitektur megah. Tema utama tentang kehidupan, tersebutlah cerita panjang. Skema tentang penghidupan, tersebutlah suatu garis (meski) tak-linier. Kita tahu jika kita berdoa maka Tuhan akan mengabulkan. Maka pastilah sama jika kita bertanya ma...

aLamaKna: Bohong

Tulisan ini dimulai dari kutipan kalimat di buku   Le Petit Prince   karya Antoine de Saint-Exupery, “Bila ingin memancing senyum, orang kadang-kadang berbohong sedikit”. Saat kecil kita dipetuahi oleh guru dan orang tua agar tidak berbohong, “Jangan bohong, Nak. Bohong itu dosa”. Entah seberapa banyak di antara kita yang bergidik mendengar kata dosa atau mungkin malah cuma mengangguk lugu mengiyakan. Namun yang pasti sebagian dari kita, setidaknya saat kecil, takut untuk berbohong. Berbarengan dengan nasihat nan bijak itu kita disuguhi cerita si Kancil yang nakal suka mencuri timun. Si Kancil nan lincah dan cerdik yang pintar berbohong. Kisah si Kancil jadi dongeng pengantar tidur. Suatu ketika si Kancil, usai dari mencuri timun di ladang Pak Tani dengan cara membohongi Anjing penjaganya, ingin menyeberang sungai. Berhadapanlah ia dengan sekawanan buaya yang dikenal ganas dan lapar. Jangan heran bagaimana para buaya bisa berkawan hingga menjadi sekawanan, jangan tanyakan...

aLamaKna: Cantik

Kini wanita cantik banyak, mulai dari Dian Sastrowardoyo, yang ternyata cucu seorang sastrawan Indonesia, sampai yang sekarang bisa sering dilihat di televisi tersebutlah Raisa Andriana. Dari selebritis film, model sampai penyanyi. Bahkan di Eropa dan Amerika kata cantik dalam (penilaian) ruang publik melintas dan nyasar pada para atlet, olahragawan sampai penulis. Cantik dalam arti lain juga ada, si cilik Afiqah Amanina Ibrahim yang imut dan punya bakat cantik sampai-sampai heboh dibicarakan sekarang. Omong-omong sejak kapan cantik menjadi suatu bakat? Ini cuma ungkapan penulis terkait fenomena publik(asi) terhadap suatu ukuran kecantikan baik langsung ataupun tidak langsung. Yang langsung menyangkut nilai atau ukuran kecantikan contohnya adalah pemilihan putri kecantikan atau apa yang ada dan terjadi dalam industri hiburan saat ini. Anggaplah cantik itu suatu ukuran yang terstandarkan atau lebih tepat bisa distandarkan, dari mulai yang bisa diketahui sejak kecil, cantik tanpa polesa...

aLamaKna: Cita

Anak kecil jika ditanya apa cita-cita saat besar nanti biasanya menjawab menjadi dokter, pilot, polisi dan profesi lain pada umumnya yang di mata mereka tampak baik, gagah dan berseragam. Tentu sudah sewajarnya dan bisa orang dewasa maklumi. Malah sering kali orang tua atau guru mengamini cita-cita tersebut. “Cita-citamu bagus, Nak, makanya belajar yang rajin yah”, salah satu contoh tanggapan serius orang tua untuk memotivasi anaknya jika mendengar jawaban cita-cita sang anak. Pujian itu menjadi motivasi anak untuk rajin belajar. Cita-cita memang semacam motivasi. Tujuan yang mengarahkan seorang anak kecil untuk belajar di sekolah, sementara bagi orang dewasa cita-cita lebih serupa harapan yang sebenarnya kompleks. Jawaban anak kecil atas pertanyaan cita-cita memang apa adanya dan terkesan lugu karena mereka hanya melihat cita-cita sebagai sesuatu yang menyenangkan dan tercetus singkat. Cita-cita bagi mereka adalah profesi atau pekerjaan yang merupakan jenis objek atau sesuatu hal...

aLamaKna: Tiru

Ternyata cukup banyak kata yang memadankan tindakan reproduksi sesuatu dalam bentuk yang sama atau menyerupai, khususnya secara tidak sah meski dalam beberapa kasus ada pembenaran/pembelaan untuk tidak dikatakan sebagai tiruan secara langsung. Di pasar malam atau pasar kaget ada kaos dengan label merek Adedas disertai lambang empat-strip. Sepintas mirip merek produk terkenal asal Jerman produk tiga-strip, yang ini tentu saja mahal. Entah kenapa kebanyakan orang menyebut produk tiga-strip, macan loncat, lambang O dan sekelasnya sebagai ‘barang bermerek’, padahal kaos empat-strip di pasar kaget dan produk lain yang sejenis itu juga sebenarnya punya merek. Mereknya ya Adedas, Puna, Naike, Pila (yang ini mungkin pabriknya ada di Jawa Barat), Sonny, Guchi dan lain-lain. Mari berhitung terkait kata bermakna reproduksi yang bersifat meniru, tentu saja dimulai dari tiruan, selanjutnya imitasi, duplikat sedangkan untuk istilah yang punya bidang tersendiri semisal karya tulis kita temukan p...

aLamaKna: Bernas

Semakin   baru catatan aLamaKna semakin panjang tertuliskan. Rasanya sudah menyalahi konsep awal kelahiran tulisan ini. Meminjam istilah salah satu organisasi massa, "menyalahi  khittah" .   Khittah   awal memang dimaksudkan singkat, padat dan berisi. Bisa dituliskan di Ponsel sambil mengantri bensin, saat melamun di bis atau saat tidur-tiduran di musholla pas jam kerja. Pengertian berisi setidaknya menurut ukuran penulis sendiri, kalaupun dianggap tak berisi oleh orang lain, tak apa. Toh, celotehan atau pertanyaan usil bisa dianggap sebagai isi, subjektif sih. Asalkan bukan gerutuan melulu, keluhan melulu atau umpatan melulu. Maksudnya, sekali-kali boleh lah. Atau saya bisa berkelit, kosong adalah isi, isi adalah kosong. Yang singkat dan padat sama dengan bernas. Istilah bernas dipinjam oleh para petani. Para petani sekarang mengharap padi yang ia panen bernas, untuk konteks padat berisi. Ada padi hibrida bernamakan Padi Bernas Prima, sudah bernas, prima pula. ...

aLamaKna: Metamorfosis

Jangan   bertanya-tanya heran dulu saat menonton film The Curious Case of Benjamin Button. Nikmati saja, cukup beli DVD bajakannya di Mangga Dua atau bagi yang menganggap pembajak seperti koruptor curang bisa mendapatkan lewat jalur resmi dengan sewa DVD di tempat persewaan.  Tentu saja ongkos antara keduanya beda, tapi sepadan untuk menyaksikan peran Brad Pitt yang gagah sekaligus renta.  Kisah Benjamin Button memang absurd, atau lebih tepat disebut hil yang mustahal. Dari Benjamin Button kita melihat jalur-mundur yang ditampilkan detil, bukan alur-mundur lewat kilasan cerita. Kehidupan manusia selalu dari muda menuju tua, pengecualian di kisah Benjamin yang memang fiktif. Kalau menarik garis-hidup lebih panjang, maka dari mula kelahiran menuju akhir kematian. Di antara dua hal tersebut manusia mendapatkan dan mengolah pengalaman hidup. Hidup tak fiktif berarti bertumbuh seiring waktu. Kata bertumbuh bisa juga untuk mengakomodasi kisah Benjamin yang memuda, namun te...