Langsung ke konten utama

Postingan

aLamaKna: Pagi

Udara pagi mengisi rongga paru-paru. Pagi hari, saat kendaraan bermotor belum padat lalu-lalang di jalanan, menyediakan oksigen yang lebih segar tinimbang siang atau sore. Terlebih di bawah rindang pepohonan. Tiap tarikan nafas terasa ringan. Menikmati pagi pas sembari minum segelas kopi atau teh hangat bersama keluarga atau teman. Cocok pula untuk bergerak atau olahraga santai.   Bergerak di pagi hari yang cerah, banyak orang ikut kegiatan senam pagi di lapangan atau alun-alun. Banyak pula yang bersepeda. Atau, jalan kaki saja sudah cukup, tak perlu kepayahan lari untuk menyehatkan badan. Cari saja lintasan (track) yang menanjak, meski cuma jalan kaki tetap saja capek, sama seperti lari-lari santai di lintasan datar. Berjalan juga mengolah raga, makanya ada cabang olahraga jalan-cepat. Ngomong-ngomong perihal jalan-cepat dikategorikan sebagai olahraga sebenarnya masih masuk akal, yang masih jadi pertanyaan, kenapa catur termasuk cabang olahraga di beberapa even? Harusnya olah-p...

aLamaKna: Komentar

Semalam ada acara Rising Star. Tipikal acara pemilihan bintang televisi, kontestan menampilkan bakatnya di panggung dan dinilai. Penilaian dilakukan oleh experts atau para ahli dan penonton. Experts (yang di acara sejenis berbeda penyebutan) mengomentari penampilan kontestan secara teknis. Masyarakat luas yang menonton bisa berbeda pendapat atau seiya dengan mereka.   Media massa, tak sebatas televisi, dan media sosial (medsos) dalam jaring internet menyediakan banyak panggung atau layar bagi kita. Sebagian (besar) dari kita tertarik melihatnya, sebagian lain tidak. Sebagian menjadikannya sebagai bahan obrolan, sebagian lain tidak. Yang punya pulsa berlebih bisa kirim dukungan via sms, atau vote melalui aplikasi ponsel. Atau, cukup menulis komentar penilaian di media sosial semacam facebook, twitter, path, dll.   Di ajang pemilihan bintang para juri relatif lebih aktif menilai, di media sosial masyarakat luas yang aktif menilai. Panggung kontes pemilihan bintang riil ada...

aLamaKna: Mata

Setelah sekian tahun berjalan, seorang fotografer masih penasaran dengan sosok yang pernah dia foto pada tahun 1984 di suatu negeri. Foto sederhana yang ‘hanya’ menampakkan wajah seorang wanita dengan tatapan mata warna hijau nan tajam. Namun, begitu kuat menggambarkan siapa dia sebenarnya atau perasaannya. Foto yang menjadi fenomena dan terkenal di seluruh dunia. Rasa penasaran sang fotografer mengantarkan dia kembali ke ranah jauh dari rumahnya untuk mencari siapa sosok yang jadi subjek kameranya. Hingga kemudian dia terus menjelajah dan melacak wanita tersebut. Akhirnya dia berhasil menemukan wujud wanita tersebut setelah pencarian bertahun-tahun. Tahun 2002 adalah momentum saat sang wanita dan sang fotografer bisa saling menatap kembali. Wanita tersebut bernama Sharbat Gula dan sang fotografer yang mendapat penghargaan First-Place Prizes di World Press Photo tersebut tak lain adalah Steve McCurry. Kepastian bahwa sosok di foto adalah wanita yang dia temui saat itu diperoleh dari p...

aLamaKna: Kota

Di suatu kota di Indonesia, kehidupan berjalan sangat cepat. Rutinitas kegiatan masyarakatnya, yg didominasi dgn bekerja mencari uang, menciptakan kehidupan yg penuh tekanan. Kota di Indonesia secara fisik berbeda dgn di Eropa. Di sini kota terbentuk oleh campur tangan penjajah dulu yg membangun atas dasar pendudukan. Sementara di Eropa, kota berkembang atas dasar peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah sumber daya. Di sini urbanisasi dan ketimpangan sosial mendominasi sebuah kota. Maka, jadilah kota yg penuh kebingungan, meski terus saja dinikmati masyarakatnya. Sekarang yg terpenting bagi warga kota adalah bukan hal kebingungan tersebut tapi bagaimana menjalani hidup. Mirip seperti orang tenggelam yg tak bisa berrenang, dia terus bergerak berkecipak di air untuk sampai ke permukaan daripada harus tenggelam. Sampai akhirnya dia bisa berrenang meski dgn gaya serampangan.   Di suatu kota di Indonesia, kehidupan berjalan tidaklah apa adanya. Tren dan mesin menguasai. Pemba...

aLamaKna: Masak

Bukan karena   wolak walike   jaman (dunia terbalik) jika sekarang kita bisa dapati orang memasak dengan latar belakang air terjun atau sawah. Memasak di alam bukan berarti berburu dan meramu, semua bumbu tersedia di mangkuk kecil yang entah datang dari mana. Mengulek bumbu memakai blender biar cepat. Kalaupun pakai ulekan, rasanya sang koki tak perlu sekuat tenaga fokus pada teknik mengulek, tapi pada gestur biar tetap terlihat kenes. Kini acara masak-memasak jadi tren, sementara sang koki jadi selebriti. Di dunia pertelevisian, keberhasilan suatu acara adalah bagaimana pemirsa bisa tertarik pada banyak dan tiap aspek yang diset dan ditonjolkan dengan merk. Atau, kalaupun tanpa merk, biarkan pemirsa bergumam itu mahal dan berkelas. Acara masak berarti seputar masakan, jenis/cara penyajian, peralatan masak, dan tentu saja sang koki yang (pada akhirnya) jadi subjek utama kamera dengan segala atribut yang dikenakan. Menonton acara memasak kini memang lebih memberi kesan...

aLamaKna: Sampul

Pemilihan DKI-1 sudah lewat. Jadi sorotan se-Indonesia. Yang terpilih kita sudah sama-sama tahu sosoknya. Ada anggapan bahwa dia tak punya tampang untuk jadi seorang Gubernur Provinsi, terlebih untuk wilayah sekelas Ibukota negara yang jadi etalase negara. Lah, koki Juna juga sebenarnya tak punya tampang untuk jadi tukang-masak, malah menurut saya lebih pantas jadi tukang-pukul. Tapi, nyatanya dia jadi terkenal sebagai koki-selebriti. Meski beda konteks, dari dua hal tersebut kita jadi diyakinkan, "Don't judge the book by its cover", jangan menilai buku dari sampulnya.   Buku yang punya isi sekalipun tak pernah menelanjangi dirinya tanpa sampul. Tentu saja sampul itu penting. Terlebih jika kita pergi ke toko buku. Berniat beli buku dari sekian banyak buku, penasaran isi salah satu buku yang kita anggap menarik, tapi tak diperkenankan buka bungkus plastiknya. Yang bisa terlihat cuma sampulnya. Kalau cukup berani, sih, bisa saja sobek bagian bawah bungkus plastik dengan ...

aLamaKna: Komunikasi

Dulu ada kuis dengan aturan permainan sederhana yaitu menyampaikan satu kata tersembunyi dengan petunjuk kata-kata dari masing-masing peserta. Orang pertama tahu satu kata tersembunyi. Kata tersebut harus ditebak orang kedua berdasar kata-petunjuk dari orang pertama. Jika berhasil ditebak, maka berlanjut ke yang berikutnya sampai orang kelima. Sederhana saja tapi dengan catatan, petunjuk yang digunakan orang pertama sampai terakhir harus berbeda, tidak mengulang kata dari petunjuk yang sudah disebutkan. Tak dibolehkan ada gerak tubuh/gestur untuk menggambarkan kata yang disembunyikan. Hanya lisan yang harus diberikan secara beruntun. Sinonim, antonim atau kata-petunjuk intrinsik lain. Ternyata sulit, namun cukup menarik. Lebih sering tak sampai peserta keempat sudah gagal karena ada pengulangan kata atau peserta terlalu ekspresif menggerakkan tangan secara spontan. Kuis ini merupakan bentuk komunikasi searah, yang menguji kemampuan berbahasa peserta, berkata-kata atau lebih tepat ...