Orang Cina percaya pada konsep Yin dan Yang. Ada siang, ada malam. Ada panas, ada dingin. Ada hidup, ada mati. Ada banyak hal di dunia ini dalam dua sifat yang berlawanan, berhubungan, dan saling melengkapi. Konsep Yin dan Yang berlaku umum, jadi semacam buku manual kita memahami banyak hal. Ada suka, ada duka. Hidup selalu menawarkan suka dan duka, sepaket seperti menu sambel ekstra pedas dengan es teh manis. Kenikmatan suka bisa dirasakan saat kita tahu apa arti duka, bukan karena dua kata tersebut berselisih satu huruf. Nikmatnya es teh manis tak terperi setelah makan sambal. Lini masa kita disisipi banyak kejadian. Bukan lini masa di selingkup beranda media sosial, tapi di kehidupan nyata. Kejadian itulah yang jamak disebut suka-duka. Suka menawarkan senang, duka memberikan sedih. Sesederhana itu. Kalau bisa memilih, kita pesan suka melulu, abaikan kesedihan. Tapi menjalani momen kehidupan tidak seperti memesan barang di lokapasar ( marketplace ) di internet. Menyingkap lapisa...
Di padang pasir luas nan panas terik, segelas air sangat berharga. Air bisa lebih berharga daripada emas jikalau keduanya disandingkan untuk menghapus dahaga. Itu dalam hal seseorang tersesat di gurun dan kehausan teramat sangat. Secara sederhana air berarti kehidupan. Sejarah semenanjung/jazirah Arab membuktikan bahwa kabilah yang berkuasa adalah mereka yang menguasai mata air. Kehausan dan ketiadaan air di padang pasir bisa berarti bencana. Kini di era modern, mata air tersebut bisa berarti sumber daya alam yang lain. Konon manusia bisa bertahan hidup sekitar 1 bulan tanpa makan. Tapi tanpa minum air dia hanya bisa hidup 3-4 hari. Ditambah fakta hampir 70% tubuh manusia terdiri dari air, membuktikan dahaga lebih dari sekadar kebutuhan untuk membasahi kerongkongan. Dahaga penanda kurangnya asupan cairan ke dalam tubuh. Aktivitas fisik bisa memicu dahaga. Berpuasa, yang secara sederhana juga diartikan menahan dahaga, ditandai dengan sajian segelas air di detik awal berbuka puasa. Dar...